13 Maret 2017

Armada Timur Terima Peralatan Simulator Kapal Selam

13 Maret 2017

Submarine sonar simulator TNI AL (photo : Surya)

Pangarmatim Timur Terima Peralatan Simulator SSS, SFDCT, AOPR dan JOPR

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangrmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H., M.A.P., menerima Submarine Sonar Simulator (SSS), Submarine Fire and Damage Control Trainer (SFDCT), Amphibious Operations Plan Role (AOPR) dan Joint Operations Plan Role (JOPR) dari Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksda TNI Mulyadi, S.Pi., M.A.P., di Gedung Pulau Gundul, Komando Latihan Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim), Ujung Surabaya. Jum’at, (10/03/2017).

Dalam amanatnya Aslog Kasal mengatakan pembangunan pusat latihan kapal selam dan pengadaan AOPR serta JPOR merupakan bagian dari rencana strategis pembangunan kekuatan TNI AL menuju terwujudnya kekuatan pokok Minimum Essensial Force (MEF). Out come dari pembangunan dan pengadaan peralatan simulator ini adalah terbentuknya personel kapal selam yang handal dan profesional, dimana hal ini sejalan dengan sasaran MEF yang salah satunya adalah terwujudnya profesionalisme prajurit.



Lanjut  Aslog Kasal dengan telah diserahterimakan pembangunan dan pengadaan beberapa simulator ini, maka personel kapal selam atau prajurit TNI AL dapat mulai menggunakan simulator tersebut untuk latihan.

Usai penyerahan simulator antara Pejabat TNI AL terkait, kegiatan dilanjutkan dengan menyaksikan demonstrasi alat deteksi sonar yang diperagakan prajurit kapal selam Koarmatim di gedung Submarine Sonar Simulator (SSS).

Hadir pada acara tersebut diantaranya, Danseskoal Laksda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E, M.M., Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, ST.,  Irops Itjenal  Laksma TNI Jansen, Kadissenlekal Laksma TNI Ir. Christianto Purnawan, dan para Pejabat Utama Koarmatim serta Komandan Kolatarmatim Kolonel Laut (P) O.C Budi Susanto, S.H.

(Armada Timur)

10 komentar:

  1. Ingat simulator, jd ingat simulator SIM, yang ada rekaman cctv saat sub-kontraktornya ditampol pake sendal gara2 telat nyerahin pesanan....

    Enakan yang masuk penjara...udah sempet ngrasain ratu-ratuan

    BalasHapus
  2. Simulator sonarnya buatan rheinmettal apa ECA ya...

    BalasHapus
  3. nyopir kapal selam gimana ya???kan posisi ''blind''????terus sonar di lambung kapal itu arah gimana????depan'atas,samping kiri kanan dan kebawah????......kalau ada ikan paus bisa kedeteksi sonar gak???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyopir kapal selam ya sepenuhnya mengandalkan sonar, umumnya sonar kapal punya cakupan atas,bawah dan kanan kiri, ada beberapa yg punya kemampuan "melihat ke belakang". Karena sangat mengandalkan sonar, maka peran kapal pemetaan dasar laut yg fungsinya memetakan struktur dasar laut dan pola arus air permukaan dan arus air bawah laut sangat penting supaya kapal selam punya acuan alur laut yg aman walaupuuun tidak 100% tepat dikarenakan struktur kulit bumi yg terus berubah,tp setidaknya dg peta bawah laut yg sudah dibuat, kru kapal selam punya acuan jalurnya, minimal di negara sendiri. Utk ikan, kayanya ga perlu kuatir.. Kemampuan ikan mau kecil/besar semacam paus biru/hiu paus utk menghindari objek yg mengancam jauh lebih hebat di banding kemampuan kapal selam. Jadi ga bakal nabrak lah.

      Hapus
    2. Bener smua yang dibilang om bebei...

      Hampir sama dg kapal permukaan, kasel bernavigasi menggunakan panduan peta hidrography dan tabel kedalaman laut.

      Tapi dalam kondisi aktualnya(dibawah permukaan laut), kasel bergantung kpd bbrp instrument utk memastikan keamanan dlm bernavigasi.

      Kasel memiliki beragam sonar disekujur tubuhnya, tapi dlm bernavigasi dia mengandalkan bow mounted sonar yang terletak dihidungnya yang fungsi utamanya mendeteksi obyek yang berada didepan jalur lintasannya, apakah bangkai kapal, dasar laut yang tidak rata atau bahkan ranjau laut.

      Selama brd dibawah permukaan laut yang tdk memiliki titik referensi,utk memastikan posisi/koordinat dan arah dirinya, kasel bergantung pd alat navigasi inersia...sedang utk mengetahui kedalaman kasel thd permukaan laut dan thd dasar laut, ada alat bathimetri.

      Utk kasel tipe U-209 dan sekelasnya dlm berlayar, jurumudi kasel(pilot)tidak bekerja sorangan wae, tapi dibantu oleh seorang machinist yang posisi duduknya dibelakang-samping kanan menghadap dinding kasel.

      San machinist inilah yang membantu pilot utk melakukan penyesuaian utk mengendalikan gerakan kasel saat akan mendongak atau mengangguk/nungging, menyelam, timbul kepermukaan dg mengatur tangki ballast dg membuka tutup kran2 tertentu.

      Pada kasel generasi terbaru, spt U-212/214, dolphin israel atau kasel nuklir yang panjang, fungsi machinist digantikan dg sistim otomatisasi shg wajar saja kalo harganya sangat mahal.

      Soal "menyelam" kok jadi ingat kisah kasel negara lain yang ogah nyelem....mungkin machinistnya perlu ditraining ulang dipulau gundul

      Hapus
    3. @smilinghari: terima kasih sudah melengkapi.

      Hapus
  4. sonar pabrikan mana yg paling kuat????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sonar yang paling kuat membutuhkan tenaga yang paling besar, jadi sudah pasti dimiliki kapal selam bertenaga nuklir. Masalahnya justru bukan di kuat/ tidaknya.. Masalahnya adalah pada software/algoritma pengolahan data sonar. Sistem sonar yang canggih adalah yg efisien dan mampu membedakan jenis serta struktur benda yg tertangkap, karena bentuk tangkapan dari objek yg di tuju bisa berbeda2 tergantung kedalaman laut, suhu air laut dan pola serta kekuatan arus laut.dan yg pasti kemampuan operator sonar utk memastikan apakah objek yg tertangkap sonar tersebut berbahaya atau tidak.

      Hapus
  5. Yg pasti simulator ini hanya untuk kapal selam yg bisa menyelam

    BalasHapus